Sabtu, 31 Maret 2012

Susu Kambing dan Asam Lambung


Karena belum terbiasa aja mungkin. Di beberapa negara Afrika dan India, ternyata susu kambing menjadi pengganti cairan tubuh yang hilang

. Minum susu kambing sudah seperti minuman isotonik saja. Dan itu sudah dilakukan selama puluhan bahkan ratusan tahun. Sebenarnya kambing sudah dibudidayakan oleh manusia sejak 7.000 SM di Irak untuk diambil bulu, daging dan susunya. Sebenarnya, apa kelebihan susu kambing itu?

Susu kambing memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan susu sapi, ataupun air susu ibu (ASI). Susu kambing memiliki daya cerna yang tinggi, memiliki tingkat keasaman yang khas, memiliki kapasitas bufer yang tinggi dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu.
Daging kambing sudah sangat populer bagi masyakarat. Berbagai macam jenis makanan tradisional diolah dari daging kambing seperti misalnya sate, sop, gulai, dan kare. Walaupun demikian, seringkali daging kambing dituding sebagai penyebab darah tinggi dan sakit jantung. Benar nggak sih?
Kandungan Sodium (Na), Fluorine (F), Kalsium (Ca), Fospor (P) yang dominan dalam susu kambing berkhasiat : membantu pencernaan dan menetralisir asam lambung. Nggak cuma itu, susu kambing juga menyembuhkan reaksi-reaksi alergi pada kulit, saluran napas dan   pencernaan, kemudian menyembuhan berbagai penyakit paru seperti asma, TBC, serta infeksi akut pada paru-paru. Kandungan ini juga menyembuhkan berbagai kelainan ginjal serta asam urat
Khasiat lain yang jaang terdeteksi adalah menyembuhkan reumatik, mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), menambah vitalitas dan daya tahan tubuh,mengatasi impotensia dan gairah seksual bagi pria maupun wanita. Malah menurut penelitian di Amerika terbukti mempunyai efek anti kanker.
Beberapa kasus jantung koronoer karena menderita maag akut, juga disembuhkan atau minima berkurang dengan susu kambing ini. Diduga lantaran asam lemak rantai sedang yang terkandung dalam susu kambing. Menurut George F W Haenlein PhD, profesor ahli ternak University of Delaware, Amerika Serikat, susu kambing mengandung beberapa medium chain triglycerides (MCT) alias trigliserida rantai sedang seperti asam kaproat, kaprilat, laurat, dan miristat, total 33%. Itu lebih tinggi ketimbang susu sapi yang hanya 17%. Dalam dunia kesehatan, MCT ampuh mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh termasuk pembuluh darah jantung.
Kandungan niasin pada susu kambing mencapai 0,676 mg-susu sapi hanya 0,261 mg-juga diduga andil menggerus timbunan lemak tubuh. Seperti dikutip Micronutrient Information Center Linus Pauling Institute Oregon State University, niasin diperlukan tubuh untuk membentuk koenzim nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) yang berperan mendegradasi karbohidrat, lemak, protein, dan alkohol menjadi energi. Pantas bila kini bobot tubuh Khusiyah turun menjadi 70 kg, semula 75 kg.
Susu kambing juga bersifat basa sehingga berfaedah menetralisir asam lambung yang berlebih pada penderita maag. So, susu kambing ternyata bisa melawan jantng dan maag sekaligus. Lebih murah dan sehat bukan?
http://higoatnetwork.com/?id=shinji

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar